Dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 6 Februari 2005, Patrick J. Volkerding si pencetus Slackware Linux mengumumkan rilis terbaru distro buatannya yang memiliki nomor seri 10.1. Pada seri 10.1 ini, Slackware menyediakan kernel 2.4.29 sebagai pilihan utama disertai dengan kernel 2.6.10 sebagai alternatif pilihan yang bisa diperoleh dari direktori /testing pada cd installasi no-2. Selain itu, tersedia juga X11R6.8.1, Mozilla 1.7.5, KDE 3.3.2, and Xfce 4.2.0. Fitur selengkapnya bisa dibaca dari halaman ChangeLog. Satu hal yang menarik adalah masih masih dimuatnya gnome 2.6.1 di cd-2, padahal sebelumnya Patrick mengumumkan akan melepas Gnome dari Slackware
Slackware terbilang unik karena distro ini merupakan distro linux tertua yang sampai sekarang masih tetap disukai oleh para geek karena kestabilan dan kecepatan yang dimilikinya. Slackware Linux memiliki tradisi yang mereka pegang teguh sejak rilis pertamanya yaitu Simplicity, Stability, and Security (sederhana, stabil, dan aman).
Kata ‘simple‘ yang digunakan di atas lebih mencerminkan kesederhanaan struktur dan paradigma yang digunakan untuk mendesain sebuah Sistem Operasi, daripada tingkat kemudahan dalam pengoperasiannya. Inilah yang menyebabkan kurangnya jumlah peralatan konfigurasi sistem berbasis GUI pada Slackware Linux. Mengapa? Alasannya pun sangat ‘simple‘, konfigurasi berbasis GUI secara teoritis jauh lebih kompleks dibandingkan dengan perangkat “command line”, sehingga cenderung memiliki masalah. Hasilnya, Slackware benar-benar merupakan sebuah sistem yang sangat cepat, stabil, dan aman. Namun di balik itu, tingkat keramahan-pengguna (user-friendliness) dari distro ini cukup mahal untuk diperoleh. Tapi itulah upaya yang dilakukan oleh Slackware untuk menjaga kelanggengan distribusi tanpa meninggalkan tradisi. Salut!
Selamat mencoba !
Slackware linux homepage: http://slackware.com/
Proyek dokumentasi Slackware: http://www.slackersbible.org
Slackware Mirror: http://slackware.com/getslack/